Anda berada disini:Beranda»Artikel»Bersiwak dan Kesehatan Gigi Mulut

Bersiwak dan Kesehatan Gigi Mulut

Foto : Zurijeta/Shutterstock Foto : Zurijeta/Shutterstock
16.02.2022
drg. Rahmawaty Andriany
504

"Bersiwak akan membuat mulut bersih dan mendatangkan ridha Allah." (HR. An-Nasai dan Ahmad)

Rasulullah shallalahu alaihi wassalam telah memperkenalkan upaya membersihkan gigi dan mulut dengan cara bersiwak, dengan kata lain ajaran islam sudah mengajarkan untuk merawat kesehatan gigi dan mulut. Bahkan dianggap menjalankan ibadah sunnah jika berniat mengikuti apa yang diajarkan rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Islam mengajarkan untuk senantiasa menjaga kebersihan gigi dan mulut, salah satunya terdapat dalam hadist yang berbunyi : Artinya : “Kalaulah sekiranya tidak memberatkan atas umatku, niscaya akan aku perintahkan mereka supaya bersiwak tiap kali (ingin) mengerjakan sholat”. (HR Bukhari no: 887. Muslim no: 252).

Siwak atau miswak adalah batang atau ranting dari pohon arak (Salvador persica). Pohon yang termasuk dalam ketegori semak belukar ini banyak ditemui di wilayah Timur Tengah.

Kesehatan gigi dan mulut adalah bagian integral dari kesehatan tubuh. Peranan rongga mulut sebagai pintu masuk atau port d’entry dari semua benda asing seperti makanan yang di konsumsi dan dijadikan nutrisi untuk menjaga kesehatan tubuh dari unit terkecil yaitu kesehatan sel yang akhirnya bisa mempengaruhi jaringan dan tubuh secara keseluruhan.

Kesehatan gigi dan mulut bisa terganggu apabila terserang penyakit gigi dan mulut, dan 2 penyakit gigi dan mulut tertinggi adalah karies gigi atau gigi berlubang dan gingivitis atau radang gusi.

Karies gigi adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya interaksi plak kuman dengan makanan dan gigi. Jadi tidak diragukan lagi bahwa tanpa adanya plak maka tidak akan timbul karies. Pencegahan karies adalah dengan mengusahakan agar pembentukan plak pada permukaan gigi dapat dibatasi. Plak sendiri merupakan lapisan tipis, lunak, lekat, tidak berwarna, mengandung bakteri atau kuman dan selalu terbentuk pada permukaan gigi. Plak dapat terbentuk kapan saja, meskipun gigi sudah dibersihkan. Kuman penyebab utama dari karies gigi bernama streptococcus mutans.

sedangkan penyakit radang gusi atau gingivitis adalah penyakit infeksi yang terjadi pada jaringan gingiva atau gusi yang jika tidak segera dirawat akan berlanjut menjadi penyakit periodontal atau periodontitis yang dapat menyebabkan tulang penyangga gigi menjadi rusak. Kuman  penyebab utama dari penyakit gingivitis bernama porphyromonas gingivalis. Ciri utama dari gingivitis adalah mudah berdarahnya gusi dan timbulnya karang gigi.

Dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, mencegah penyakit karies gigi dan gingivitis pemakaian siwak dalam islam sangat dianjurkan sejak berabad-abad yang lalu. Dan kini Setelah dilakukan banyak penelitian, Siwak terbukti mengandung kurang lebih 19 zat, yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan mulut.

Kandungan siwak antara lain: bahan antiseptik, asam tanat yang bersifat astringensia, minyak atsiri yang meningkatkan air liur. trimetyl amine, silika, alkaloid, clorine, flouride, saponin, tannin, resin, sulfur, vitamin C dan sterol. Silika dalam siwak merupakan bahan pembersih gigi dan diduga membantu aksi mekanis siwak terhadap pembersihan plak.

Menurut World Health Organization Report Series, siwak dapat menghilangkan plak tanpa menyebabkan luka pada gigi. Efek antibakteri yang terkandung dalam ekstrak siwak secara efektif berfungsi untuk melawan bakteri pembentukan plak gigi. efek anti bakteri dari siwak termasuk anti bakteri dari streptococus mutans dengan cara menurunkan virulensi bakteri periodontopatogen dan mencegah penurunan dari pH saliva/ air liur.

Dalam saliva, terdapat beberapa enzim seperti musin, ziden, lisozim yang mempunyai sifat bakteriostatik yang bisa membuat bakteri rongga mulut menjadi tidak aktif. Siwak memiliki kemampuan meningkatkan saliva ini sehingga memperbanyak enzim diatas yang menyebabkan banyak bakteri jahat rongga mulut mati sehingga proses penyakit gigi seperti karies bisa menurun insidensinya.

Dalam siwak juga terdapatbenzil isothiosianat (BITC), yaitu komponen anti bakteri dari siwak yang memiliki aktivitas tinggi menghilangkan patogen periodontal gram negatif penyebab gingivitis.

Siwak tidak hanya membersihkan gigi secara kandungan zatnya, tapi juga memiliki kemampuan menghambat pembentukan plak dari efek mekanis nya yakni dengan serat siwaknya.

Menggunakan siwak sendiri atau kombinasi dengan siwak dan pasta gigi bisa menghambat pertumbuhan bakteri plak gigi. Bahkan satu studi menyebutkan bahwa siwak sendiri secara efektif lebih baik dalam mengurangi plak dan insiden dari gingivitis dibandingkan penyikatan gigi. Dengan instruksi profesional dan aplikasi yang tepat, penggunaan siwak diklaim lebih efektif dibanding kan penyikatan gigi dalam mengangkat plak dari bagian interproksimal gigi atau sela sela gigi.

Siwak tidak hanya berpotensi sebagai alat kebersihan rongga mulut yang baik, karena efisensinya dalam mengangkat plak secara mekanis, tetapi juga jangkauan luas dari sifat sifat biologi nya yang mengurangi insidensi dari penyakit karies gigi dan gingivitis. Kini, sudah dikembangkan juga ekstrak siwak yang bisa digunakan dalam bentuk obat kumur dan pasta gigi.

Jadi, masihkan meragukan siwak dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut? Siwak sudah digunakan dan dianjurkan oleh nabi kita shallalahu ‘alaihi wasallam ribuan tahun yang lalu dan akan terus digunakan hingga kini karena terbukti akan kemampuannya menjaga kesehatan gigi dan mulut.

 

 

Referensi :

The effectiveness of chewing stick miswak on plaque removal. https://applications.emro.who.int/imemrf/sdj_2006_18_3_125.pdf

https://journal.umy.ac.id/index.php/mm/article/view/1696 MISWAK (Salvadora persica) as a Cleansing Teeth

https://www.scirp.org/journal/paperinformation.aspx?paperid=1818 Efficacy of Miswak (salvadora persica) in preventing dental caries

Kontak

  • Tlp. (021) 4400 778
  • Tlp. (021) 4400 779
  • Fax. (021) 4400 782

Email

  • humasrsijs@yahoo.co.id
  • marketing_rsijs@yahoo.com
  • rsijsukapura@gmail.com

© Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura 2018. By inisial dotcom