Anda berada disini:Beranda»Artikel»Mengapa Penting Anak Muda Medical Check Up ?

Mengapa Penting Anak Muda Medical Check Up ?

Foto ilustrasi : www.freepik.com Foto ilustrasi : www.freepik.com
22.03.2021
dr. Umi Sjarqiah, Sp.KFR, MKM
462

Anak muda mempunyai kegiatan yang sangat dinamis dan kreatif dan berada dalam kondisi kesehatan prima. Menerapkan pola hidup sehat sangat penting dilakukan semua orang, tidak terkecuali anak muda. Kesadaran untuk melakukan tes Kesehatan  juga termasuk di dalam pola hidup sehat tersebut. 

Masalahnya adalah sebagian  orang  menganggap bahwa medical check up  hanya wajib dilakukan oleh lansia dan orang-orang dengan penyakit atau kondisi medis tertentu. Padahal, penyakit tak mengenal usia dan prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati juga berlaku untuk anak-anak muda.

Medical check-up adalah prosedur pemeriksaan kesehatan diri secara menyeluruh di laboratorium atau rumah sakit. Dalam pemeriksaan ini, akan diketahui kondisi medis seseorang secara umum. Bila ada tanda gangguan kesehatan, orang yang menjalani pemeriksaan bisa menentukan langkah segera untuk mengatasinya.

Tapi kebanyakan orang merasa takut atau malas mengikuti medical check-up. Alasannya beragam. Yang paling sering adalah khawatir mendapati penyakit dalam tubuhnya sehingga harus dirawat atau menerapkan pantangan tertentu. Padahal justru itulah pentingnya medical check-up. Dengan mengetahui adanya tanda atau gejala masalah kesehatan sedari dini, peluang kesembuhan makin besar.

Tujuan medical check up lainnya adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan secara detail dan menyeluruh. Kepastian seperti ini dapat mengurangi risiko penyakit. Kalaupun hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan keberadaan penyakit tertentu, penanganannya akan lebih optimal karena lebih cepat diketahui.

Medical check up rutin, setidaknya 1-2 tahun sekali, perlu dilakukan oleh setiap orang, mulai remaja, anak muda, orang dewasa, hingga orang tua. Terlepas dari memiliki gangguan medis atau tidak, tindakan ini tidak boleh diabaikan. Lagi pula, sejumlah penyakit tidak menimbulkan gejala yang mengkhawatirkan pada awalnya. Untuk itulah deteksi ada atau tidaknya penyakit hanya bisa dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan mendalam.

Medical check up juga berlaku pada wanita maupun pria dengan tes kesehatan umum yang serupa. Pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh memungkinkan untuk ditambah dengan beberapa pemeriksaan lain yang lebih spesifik, termasuk berdasarkan faktor usia.

 

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi pemeriksaan Kesehatan  tambahan yang bisa dilakukan oleh anak muda berusia 20-30 tahunan:

 

  1. Cek tekanan darah

Tekanan darah tinggi atau hipertensi seringkali disebut sebagai "silent killer' karena tidak menimbulkan gejala. Padahal hipertensi bisa menimbulkan komplikasi penyakit lain, seperti stroke, gagal jantung, dan jantung koroner. 

Dalam kondisi normal, tekanan darah umumnya berada di angka 120/80 mmHG. Seseorang--pada umumnya--dapat disebut mengalami hipertensi jika tekanan darahnya di atas itu. Namun, jangan lupa bahwa kondisi setiap orang bisa berbeda.

 

  1. Cek kolesterol

Kolesterol adalah zat hasil produksi dari hati (liver) yang umumnya disebabkan oleh berbagai jenis makanan yang dikonsumsi. Kadar kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. 

Kadar normal LDL seharusnya kurang dari 100 mg/dL. Untuk mengetahui kadar kolesterol normal atau tidak, Anda bisa menjalani tes profil lipid (tes kolesterol).

 

  1. Cek diabetes

Untuk mengetahui ada atau tidaknya risiko diabetes, Anda bisa menjalani pemeriksaan HbA1c (hemoglobin A1C test). Diagnosis awal yang tepat dapat membantu mengontrol gejala diabetes melitus, terutama jika memiliki riwayat keturunan. Jika kadar gula darah normal, Anda bisa terhindar dari risiko prediabetes, hipoglikemia, dan hiperglikemia.

 

  1. Pencegahan infeksi 

Klamidia dan gonore yang merupakan penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh infeksi bakteri tanpa menunjukkan gejala apa pun. Maka dari itu, pemeriksaan secara berkala perlu dilakukan bagi mereka yang telah aktif secara seksual. 

Anda juga bisa mempertimbangkan untuk melakukan tes hepatitis C dan tes HIV/AIDS sebagai langkah preventif.

 

  1. Pap smear

pemeriksaan pap smear  hanya dilakukan pada wanita. Tindakan ini bertujuan untuk mendeteksi ada atau tidaknya sel penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim. 

Pap smear dilakukan dengan cara mengambil sampel sel dari leher rahim. Wanita yang sudah memasuki usia subur dan sudah aktif secara seksual disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear 1-3 tahun sekali.

 

  1. Cek kesehatan lain

Cek kesehatan mata dan gigi juga diperlukan. Tes mata dapat dilakukan 1-2 tahun sekali. Sementara, pemeriksaan mulut dan gigi  disarankan untuk dilakukan setidaknya 6 bulan sekali. 

Pemeriksaan Vitamin D juga penting utk anak muda. Vitamin D penting untuk imunitas kita.

 

  1. Lengkapi kebutuhan vaksinasi

Vaksinasi jelas tidak boleh disepelekan. Vaksin wajib yang diberikan ketika masih anak-anak adalah vaksin BCG, vaksin polio, vaksin hepatitis B, vaksin MR, vaksin Tdap, dan vaksin DPT. Bagi dewasa muda, beberapa vaksin tambahan  yang diperlukan adalah vaksin influenza (flu), vaksin varicella (cacar air), dan vaksin HPV. Saat ini masa pandemic , kita semua di harapkan mengikuti vaksin COVID 19 sesuai program pemerintah

 

 

 

Referensi :

https://medlineplus.gov/ency/article/007464.htm

https://medlineplus.gov/ency/article/007462.htm

https://www.insider.com/health-tests-you-should-get-in-20s-2018-11

Dari berbagai sumber

Kontak

  • Tlp. (021) 4400 778
  • Tlp. (021) 4400 779
  • Fax. (021) 4400 782

Email

  • humasrsijs@yahoo.co.id
  • marketing_rsijs@yahoo.com
  • rsijsukapura@gmail.com

© Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura 2018. By inisial dotcom